Welcome!

1011295_562693403798061_302151334_n

Hello, pembaca!

Terima kasih telah mengunjungi blog saya. Nama saya Joseph. Blog ini adalah tempat saya untuk menuangkan ide, mengasah kemampuan menulis, serta berbagi pengetahuan yang utamanya tentang Manajemen (pemasaran dan stratejik), serta metode penelitian Grounded Theory. Blog ini juga merupakan tempat saya untuk mengekspresikan opini dan gagasan terkait berbagai isu sosial yang saya amati baik dalam konteks lokal maupun nasional di Indonesia. Anda pun akan mendapati sejumlah renungan pula di sini, yang saya buat berdasarkan refleksi dan pengalaman subjektif saya sebagai seorang penganut agama Kristen. Saya tulus berharap, kiranya apa yang para pembaca temui di sini dapat memberi manfaat tersendiri bagi para pembaca sekalian. Tentu akan menjadi kebahagiaan bagi saya apabila melalui media ini kita bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, guna mewarnai perjalanan intelektual dan spiritual kita masing-masing. Selamat berselancar di blog saya.

Salam,

Joseph.

 

5 comments

  1. Selamat malam,
    Bisa minta tabel komparasi perbedaan dan contoh judul antara Classic GT, Straussian GT & Constructivist GT? Sebab saya agak bingung ketika harus membuat tabel perbedaan…. kolom Straussian masih kosong dan bingung membandingkannya…..
    mohon bantuan… terima kasih

    1. Halo Pak Redi,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog ini.

      Untuk membuat komparasi yang detail tentang ketiga pendekatan nampaknya masih perlu sintesis yang lebih mendalam terhadap literatur yang ada. Ini masih saya usahakan, karena memang saya pun mengalami kendala untuk menetapkan batas-batas yang jelas dari ketiga pendekatan. Meski demikian, ada beberapa referensi yang mungkin berguna bagi bapak dalam menentukan persamaan dan perbedaan ketiga pendekatan itu yang bisa saya bagikan di sini:

      Diane Walker & Florence Myrick, 2006, Grounded Theory: An Exploration of Process and Procedure, Qualitative Health Research, 16: 547

      Duchscher, Judy E. Boychuk., Morgan Debra, 2004, Grounded Theory: Reflections on the Emergence vs Forcing Debate, Journal of of Advanced Nursing, 48(6), 605–612

      Helen Heath, Sarah Cowley, 2004, Developing a Grounded Theory Approach: A Comparison of Glaser and Strauss, International Journal of Nursing Studies, 41, 141-150.

      Jane Mills, Ann Boner, Karen Francis, 2006, The Development of Constructivist Grounded Theory, International Journal of Qualitative Methods, 5 (1)

      Merrilyn Annels, 1997, Grounded Theory Method Part I: Within The Five Moments of Qualitative Research, Nursing Inquiry, 4 (120-129)

      Glaser, Barney E., 2007, Constructivist Grounded Theory?, Historical Social Research, 19, 93-105

      Untuk mengamati perbedaan antara Classic vs Straussian, buku dari Glaser berjudul “Doing Grounded Theory” dapat menjadi acuan yang ia buat secara khusus untuk mengkritik pendekatan Straussian. Anselm Strauss sendiri meninggal pada tahun 1996 dan tidak sempat memberikan klarifikasi memadai terhadap kritik Glaser. Kebanyakan argumen balik dari kalangan Straussian terhadap kritik Barney Glaser lebih banyak dibasiskan pada *interpretasi* terhadap tulisan Strauss dan bukan langsung dari Strauss sendiri. Sementara itu, Glaser dan murid-muridnya kemudian makin memperjuangkan Classic GT sebagai satu-satunya pendekatan GT yang benar antara lain dengan menerbitkan jurnal Grounded Theory Review. Pandangannya terhadap pendekatan Straussian dan Constructivist, dan juga contoh-contoh judul penelitian dengan pendekatan tersebut dapat ditemukan dalam jurnal tersebut (http://groundedtheoryreview.com/). Ulasan yang kaya tentang posisi Constructivist GT dibandingkan pendekatan GT lain bisa bapak temukan juga di buku “The SAGE Handbook of Grounded Theory” karya pelopornya Kathy Charmaz bersama Antony Bryant. Buku dari Barry Gibson dan Jan Hartman berjudul “Rediscovering Grounded Theory” juga bisa dijadikan acuan dalam menentukan pendekatan GT mana yang mau dipakai. Kedua pakar ini dalam buku mereka mengatakan bahwa Constructivist dan Straussian GT lebih menekankan interpretasi dan konseptualisasi *makna*, sedangkan Classic GT lebih pada pencarian pola dasar yang berada di balik suatu fenomena sosial. Perbedaan ini perlu diletakkan secara historis dalam perkembangan ilmu sosial dari tahun 1950-an hingga 1990-an. Annells menggambarkan dengan cukup komprehensif bagaimana GT berevolusi menyesuaikan perkembangan-perkembangan itu dalam artikelnya. Tabel perbedaan antara Classic vs Straussian juga bisa bapak temukan dalam artikel Annells itu.

      Sekian dulu Pak. Semoga bermanfaat dan kiranya lancar dalam penelitiannya.

      Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s